Viral Ospek Tak Pantas: Mematikan Potensi Mahasiswa

0
227

Oleh : Dini Salimiah (Mahasiswa Fakultas Pertanian UNPAD)
Berita :

Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) di salah satu universitas ternama di Manado menjadi viral. Sebab, video ini mengarah ke tindakan asusila.

Ospek ini diduga terjadi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara. Adapun ospek tersebut menyerupai ospek di Fakultas Hukum (FH).

Video yang menjadi viral berdurasi 15 detik. Pada video itu memperlihatkan barisan para mahasiswa baru dengan kaos berwarna merah yang sedang berbaring di lantai dengan kepala berada di sekitar alat vital masing-masing Maba sambil digerak-gerak.

Tak pelak video yang diduga direkam oleh mahasiswa yang merupakan salah seorang panitia itu mendadak langsung viral di sosial media. Bahkan diposting oleh salah satu akun ternama.

Link : https://www.google.co.id/…/viral-video-ospek-adegan-tak-pan…

***
Komentar Politik :

Heboh video Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) mesum di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Rektor Unsrat, Prof Ellen Kumaat, marah besar dan meminta pihak fakultas segera meluruskan video ospek mesum yang viral di media sosial itu.

Dekan Fakultas Hukum, Dr Flora Kalalo mengakui adegan yang ditampilkan dalam video itu sangat tak pantas. Ia menyayangkan kejadian itu.

“Memang itu (adegan di video) sangat tak pantas, ” kata Kalalo, Selasa (24/7/2018).

Menanggapi hal ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawati mengatakan, adanya praktik perpeloncoan pada sebuah komunitas baru, bahkan di unit elit setingkat mahasiswa, nampaknya belum bisa sepenuhnya dikikis habis.

β€œJadi, kasus kegiatan Ospek dengan melakukan adegan-adegan tak pantas seolah sah karena bisa mengundang gelak tawa. Tentu saja hal ini menjadi sebuah keprihatinan bersama,” ujar Siti kepada Okezone, Rabu (25/7/2018).

Psikolog anak Endang Widyorini menilai kegiatan Ospek merupakan kegiatan akademik universitas. Maka itu, setiap kegiatannya harus ada pendampingan dari pihak kampus seperti dosen dan lainnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan Ospek memang menjadi kegiatan yang paling menakutkan bagi para calon mahasiswa yang telah diterima di universitas yang mereka inginkan. Pasalnya, kegiatan Ospek yang dilakukan oleh universitas yang biasanya diserahkan kepada pihak BEM kampus lebih banyak berisi kegiatan yang berbau kekerasan dan bukan edukasi untuk menjadi seorang mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa senior yang melakukan perpeloncoan kepada mahasiswa baru berdalih bahwa hal ini dilakukan semata untuk mengenalkan dunia kampus dan menguji mental para mahasiswa baru agar bisa “survive” di kampus yang suasananya berbeda dengan ketika mereka SMA. Banyak cara telah dilakukan untuk menghentikan perpeloncoan yang terjadi di kalangan mahasiswa, namun ini tidak membuahkan hasil.

Ospek yang menampilkan adegan tak pantas ini sudah jelas tidak mencerminkan karakter mahasiswa yang diharapkan. Mahasiswa sebagai “agent of change”, “iron stock”, dan “social control” seharusnya tercermin sejak awal penerimaan mahasiswa tersebut. Potensi besar yang dimiliki oleh mahasiswa seharusnya mampu untuk mengubah keadaan bangsa yang terpuruk saat ini menjadi lebih baik. Namun, potensi mahasiswa yang besar itu justru dimatikan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebab pendidikan sekulerlah yang menjadikan hal ini terjadi. Memisahkan agama dari pendidikan merupakan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pihak kampus. Pendidikan sekuler tidak memandang mahasiswa dengan potensi yang dimilikinya, namun justru mahasiswa dipandang hanya untuk memenuhi kebutuhan bursa tenaga kerja di perusahaan, sehingga potensi tersebut tidak diarahkan dengan baik. Justru dengan Islam seseorang akan diarahkan sesuai dengan potensi yang ada. Islam akan mengarahkan mahasiswa sesuai dengan fitrah dan potensinya, sehingga potensi yang sudah ada tidak akan tergerus hanya karena aktivitas yang tidak sesuai.

Sejatinya segala aktivitas kampus, termasuk Ospek, diarahkan untuk mengasah potensi mahasiswa untuk memperbaiki umat dan bangsa saat ini. Karena mahasiswa merupakan agen harapan masyarakat yang padanya digantungkan cita-cita masyarakat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.[]