Menuntut Ilmu Islam Harus Serius

0
259
menuntut ilmu agama Islam
Anak mengaji, harnas.co

Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Pandangan Islam

Oleh: Jalila Syarif, S.Pd.*

Salah satu fenomena yang cukup memprihatinkan pada zaman kita saat ini adalah rendahnya semangat dan motivasi untuk menuntut ilmu agama Islam. Ilmu Islam seakan menjadi suatu hal yang remeh dan terpinggirkan bagi mayoritas kaum muslimin. Lihat saja bagaimana fenomena remaja saat ini kalau diajak pergi mengaji, menuntut ilmu Islam.

Ya, setidaknya ada 3 tipe remaja yang sering kita temui. Tipe yang pertama, saat diajak yuk ngaji, jawabannya “oh iya mbak saya pengen sekali ngaji karena itu kewajiban en biar ngerti Islam”. Nah kalau remaja tipe yang pertama ini mantap betul, karena tau tentang penting nya ngaji en mau diajak ngaji.

Remaja tipe kedua saat diajak ngaji, jawabannya “hmm..iya mbak nanti saya lihat waktu kosong dulu soalnya banyak sekali tugas sekolah”. Kalau remaja tipe yang kedua ini, masih ada harapan sih untuk kita motivasi, tinggal diajak manage waktu bareng.

Nah yang aneh bin ajaib nih, ada juga remaja tipe ke tiga. Saat diajak ngaji, jawabannya gini sob “Hmm… Iya mbak, saya pengen ngaji (belajar Islam) tapi yang biasa-biasa saja”. Nah mereka yang bertipe ke tiga ini betul-betul buat otak kita muter-muter.

Masalahnya, koq bisa ya..belajar Islam nya mau yang biasa-biasa saja. Sementara dalam Islam tidak ada yang biasa-biasa, justru seharusnya kita kudu luar biasa. Apalagi yang kita lakukan persembahannya untuk Allah Subahanahu Wata’ala.

Lah masa kita mau persembahkan sesuatu kepada Allah koq milihnya yang biasa-biasa saja. Sementara kalau kita ngerjain tugas dari pak guru bu guru, pasti pengen nya yang terbaik agar dapat nilai yang terbaik pula. Kenapa seolah-olah kedudukan beliau-beliau lebih tinggi posisi nya daripada Allah?? Subhanallah… Miris! Hm… Nggak cuma itu aja guys, faktanya masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Sob, menuntut ilmu Islam itu kudu serius dan fokus. Gak ada istilah biasa-biasa saja dalam belajar Islam. Cobalah sejenak kita renungi, siapakah kita ini? Dan Kita hidup didunia ini untuk apa?. Sobat, yang namanya manusia itu fitroh nya lemah dan terbatas. Tidak ada manusia yang hidup didunia ini ada dengan sendirinya. Sama hal nya dengan alam semesta dan kehidupan ini.

Manusia siapa yang mampu menciptakan sampai sedemikian rupa? Adakah yang mampu meninggikan langit hingga bisa berdiri kokoh seperti itu? Adakah yang mampu memindahkan satu planet ke planet yang lainnya? Adakah yang bisa mengubah posisi terbit dan terbenamnya matahari? Adakah yang mampu menciptkan kehidupan yang baru usai ia meninggal?

Sekian pertanyaan-pertanyaan diatas, jawabannya adalah bahwa Allah lah yang menciptakan semuanya itu dan tidak ada satu pum manusia yang mampu membuat yang serupa. Allah lah yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan ini. Lantas, masihkah kita berjalan diatas dunia ini dengan angkuh?

Sobat, Allah itu yang menciptakan kita dan Allah yang paling tau apa yang terbaik untuk kita. Karena Allah Subhanahu Wata’ala bukan hanya sebagai pencipta (Al-Khaliq), tetapi Dia juga sebagai pengatur (Al-Mudabbir).

So, jika kita ingin hidup kita baik maka kita kudu ikut apa yang telah Allah perintahkan untuk kita. Karena hanya Allah lah yang tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Sebagai salah satu contohnya adalah Allah mewajibkan bagi kita untuk menuntut ilmu Islam.

Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Pandangan Islam

Menuntut ilmu Islam adalah wajib atas setiap muslim (fardhu ‘ain) sehingga berdosalah setiap orang yang meninggalkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib atas setiap muslim. So, bagi sobat sekalian yang mengatakan bahwa dirinya adalah muslim maka kudu menuntut ilmu Islam.

Lantas, bagaimana nih dengan istilah belajar Islam yang biasa-biasa saja, benarkah demikian? Tentu pernyataan ini tidak tepat sob. Justru jangan biasa-biasa saja, karena yang biasa-biasa saja itu biasanya terkalahkan dengan yang luar biasa alias sempurna. Benar gak? Kalau kita milih belajar Islam nya yang biasa-biasa saja maka kita gak bakalan tau bagaimana luas nya Islam sebagai way of life (jalan hidup) kita. Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatur kehidupan manusia.

Lah, kalau kita mau belajar nya biasa-biasa saja tentu kita gak bakalan tau tentang begitu lengkapnya aturan-aturan Islam dalam mengatur kehidupan kita. Akhirnya kita hidup jadi gak jelas, karena gak paham betul tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Apalagi saat ini kita hidup dalam sistem kehidupan yang liberal (bebas). Sistem yang memberikan kebebasan dengan sebebas-bebas nya kepada manusia untuk berperilaku sesuai dengan kehendaknya. Pergaulan bebas dimana-mana, remaja miras telah menjadi budaya, remaja dengan dunia narkoba dan masih banyak lagi kerusakan yang terjadi dalam kehidupan saat ini. Na’udzubillahi min dzalik.

Firman Allah SWT dalam surah Ar-Ruum ayat 41, yang artinya :”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”

Kerusakan yang dimaksud dapat berupa kerusakan secara alam maupun secara moral. dimana praktik korupsi, perzinaan, pencuriaan, khamr dan lainnya sudah menjadi sesuatu hal yang tidak asing terjadi di zaman saat ini. Lihat saja bagaimana potret remaja saat ini. Remaja adalah generasi muda yang menjadi aset dan harapan kemajuan suatu peradaban. Mereka mempunyai potensi yang lebih, yang diharapkan mampu membuat perubahan yang baik untuk bangsa ini.

Namun fakta yang terlihat didepan mata kita, remaja justru telah rusak dimakan zaman yang liberal saat ini. Mereka terus dihantam berbagai virus pemikiran dan budaya barat. Salah satu virus yang telah terjangkit pada remaja adalah Hedonisme, yaitu sebuah gaya hidup yang lebih menekankan pada unsur kesenangan atau kenikmatan belaka. Kini remaja-remaja kita banyak yang sudah terjangkiti virus hedon.

Kebanyakan mereka berfikir yang penting senang, menikmati hidup dengan pola seperti artis atau aktor yang dilihat melalui tayangan televisi, sungguh sangat menyesatkan. Ketika mereka tidak mampu memenuhi keinginan mereka dengan memiliki barang-barang canggih seperti handphone, pakaian ala artis terkenal, motor dan lain sebagainya, mereka kemudian melakukan penyimpangan dengan mencuri, menjambret bahkan menghilangkan nyawa seseorang demi mendapatkan uang untuk memenuhi keinginan mereka.

Bukan hanya itu, pacaran, freesex, aborsi, bahkan narkoba menjadi warna bagi kehidupan remaja saat ini. Hal ini membawa remaja pada keterpurukan dan kehancurannya.

Lebih miris lagi, keluarga yang diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam kehidupan remaja pun tak mampu membendung berbagai kerusakan yang terjadi. Kehidupan kapitalistik saat ini membuat orang tua harus bekerja keras memenuhi kehidupan keluarga yang terus tercekik. Kesibukan orang tua diluar rumah mengakibatkan anak-anak tidak terkontrol dan pada akhirnya mereka cenderung melakukan hal-hal buruk karena tidak adanya penanaman ilmu agama yang lebih dari orang tua mereka.

Disisi lain, masyarakat yang menjadi lingkungan remaja menjalani aktivitas sosialnya pun cuek dengan kondisi ini. Masyarakat menganggap bahwa ini adalah hal yang biasa dan cenderung membiarkan perilaku-perilaku penyimpangan yang terjadi pada remaja. Padahal remaja merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Maka sudah seharusnya masyarakat punya peran penting dalam pembentukan karakter remaja. Jika masyarakat cuek bebek alias gak peduli dengan kondisi remaja saat ini maka mereka akan semakin terjatuh dalam kehancuran.

Untuk itu, sobatfillah yang dimuliakan Allah, kondisi zaman yang sudah semakin rusak ini membuat kita sebagai generasi muda khususnya dan manusia pada umumnya mesti faham dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Dan tentunya pemahaman ini dapat terbentuk ketika kita ngaji (belajar Islam).

Karena dengan ngaji akan menguatkan kita terhadap hal-hal yang dapat merusak diri kita. Dan hal ini pula yang akan menguatkan kondisi keimanan kita agar tetap terjaga. So, tidak ada istilah biasa-biasa saja dalam belajar Islam. Kita harus belajar Islam dengan serius dan kudu ekstra keras sob. Agar tidak terperangkap dalam kehidupan yang serba bebas dan rusak ini. #YukNgaji, semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan kita. Wallahu a’lam bishowab. (rmn)

Title:

Kewajiban Menuntut Ilmu Dalam Pandangan Islam, Menurut Hadist

*The Voice Of Muslimah Papua Barat

Writer: Jalila Syarif, S.Pd.*