Emak-emak Pendukung #2019GantiPresiden Diperlakukan Kasar Oleh Aparat, Pantaskah?

0
461
emak-emak diperlakukan kasar

Emak-emak Pendukung #2019GantiPresiden Diperlakukan Kasar

Pembubaran aksi deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya hari Ahad (26/8/2018) kemarin membawa korban emak-emak pendukung #2019GantiPresiden.

Aparat polri membubarkan paksa massa peserta deklarasi #2019GantiPresiden di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Pantaskah Aparat Kepolisian Berbuat Seperti ini Terhadap Perempuan?

Dalam video yang viral di sosial media, emak-emak pendukung #2019GantiPresiden dipaksa ditarik-tarik oleh aparat.

Pantaskah Emak-emak diperlakukan seperti itu oleh Aparat yang digaji dari duit rakyat???

Bukankah aparat polri bertugas melayani dan melindungi warga negara tanpa membeda-bedakan apakah dia pendukung penguasa atau bukan???

Tak hanya itu, perlakuan brutal juga dilakunan oleh oknum preman.

Video Emak-emak disuruh Lepas Kaos #2019GantiPresiden Oleh Preman

Halo Prof @mohmahfudmd apa komentar prof dg video ini? anda kan anggota BPIP

2 Emak-emak di jalan Suroboyo pakai kaos #2019GantiPresiden, DIPAKSA UNTUK MELEPASNYA dg kasar, diduga oleh Segerombolan Preman, Sama perempuan kok kasar banget!

piye prof?

“Kelakuan brutal thd Emak2 spt ini, jelas tak pantas, apalagi oleh yg berseragam Polisi, pakai teriakan2 komando pula. Harusnya Polisi/polwan bisa kembalikn Polisi pd fitrahnya; tegakkan hukum dan ayomi Rakyat. Agar negara hukum tak jadi hukum rimba. Agar demokrasi tak jadi democrazy,” ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Netizen lain mengungkap bahwa ibu-ibu yang diseret-seret itu adalah ibu Mila Machmudah Djamhari, yang merupakan ketua umum Kawan Pelangi (Peduli Anak Negri) dan leader DFC Surabaya.