Astaghfirullah! Guru di Riau Suruh Injak, Sobek dan Kencingi Alquran!

0
259
Guru terlaknat suruh warga Injak Alquran

Laknat! Guru di Riau Suruh Injak, Sobek dan Kencingi Alquran!

Astaghfirullah, sungguh  terlaknat sikap guru yang satu ini,

Seorang oknum guru di Riau ditangkap polisi lantaran mengajak warga menginjak, menyobek dan mengencingi Alquran.

Atas tindakannya itu, pria yang diketahui bernama Hamdani (42) alias Suhu alias Guru itu nyaris diamuk massa yang geram dan tak bisa menahan emosi.

Beruntung, polisi dari Polsek Keteman lebih dulu bisa menangkapnya untuk kemudian diposes secara hukum.

Hamdani sendiri ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10 RW 001, Kelurahan Tagaraja, Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Senin (27/8/2018) sore.

Kapolres Inhil, AKBP Cristian Rony Putra mengatakan, dugaan penistaan agama itu pertama kali dilaporkan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie.

Cristian menjelaskan, Said sendiri mengaku mendapatkan telepon dari Ketua MUI Kateman, Hamdan Zainuddin.

“Beliau (Ketua MUI Kateman, mengatakan dirinya mendapat informasi dari salah seorang warga bernama Darmiatun yang disuruh seseorang untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi kitab suci Alquran,” terang dia.

Mendapatkan informasi tersebut, Hamdan Zainuddin meminta Said untuk datang ke rumahnya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tagaraja.

“Mendengar laporan dari pelapor, langsung bergegas menuju kediaman Hamdan,” jelasnya.

Setibanya disana, Said meminta Hamdan untuk dipertemukan dengan Darmiatun untuk menanykaan kebenaran dan kejelasan informasi dugaan penistaan agama dimaksud.

“Saksi mengaku telah diperintahkan oleh Hamdani untuk melakukan tindakan tidak senonoh itu,” kata dia.

Namun, saat melakukan hal itu, Darmiatun tak hanya sendirianBeberapa orang lainnya yaitu, Sinda Rajabri (21), Trisulis Tio Rini (30) dan Ardiansyah (36) juga ikut melakukannya.

Pengakuannya, mereka terpaksa melakukan hal itu lantaran dipaksa dan merasa takut dengan pelaku.

Perbuatan itu mereka lakukan di rumah kontrakan Kamaruddin di Jalan Tunas Harapan.

“Berdasarkan keterangan saksi, mereka diminta menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al-Quran oleh pelaku sebanyak dua kali,” jelas Cristian.

Setelah para saksi selesai melakukan perintah pelaku, barulah pelaku juga melakukan hal serupa.

“Saat ini pelaku beserta saksi-saksi masih dilakukan pemeriksaan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan pada kesempatan pertama,” pungkasnya.. [Sumber]